Gaji Presiden Bakalan Naik

Presiden SBY
Jyaaahhhh.. Serius tuhh??!
Gatau juga sih, tapi kalo liat berita di tv (khususnya stasiun tv berita, bukan tv sinetron ato gosip, hehe!) kayanya sih begitu. Soalnya ada wacana bakal dibahas di DPR. Ya jelas aja, wong fraksi terbesarnya dari yang berkuasa (piss, man!).  Tapi bukan ini yang jadi masalah, soalnya anggaran buat yang lain-lain yang lebih penting aja kayanya masih terseok-seok kaya suster ngesot gitu, tapi kok giliran naikin gaji Presiden, eh beberapa ‘pembela rakyat’ pada bersemangat gitu yaa... Ck ck ck! Malahan bukan cuma presiden yang gajinya naik, dikabarkan 8000 pejabat lainnya juga bakalan ngikuuuutt (dibaca dengan logat ala Mandra dalam sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’)!!

Entahlah mengapa.. (kaya lagu pop aja)...
Kok para pejabat, dan beberapa anggota DPR (ato sebagian besar ya?) kaya ngga punya perasaan gitu. Coba deh kalo mau lebih meluangkan waktu buat jalan-jalan ke pinggiran kota, banyak banget tuh anak-anak yang masih kelaparan. Bahkan beberapa bulan lalu kalo ngga salah ada kasus kematian bayi di Bekasi gara-gara KELAPARAN. Nah lohh.. Bekasi kan deket banget dari Jakarta yang notabene tempat kongkow-kongkownya para pejabat dan anggota DPR. Gimana tuh? Belum lagi alokasi anggaran pendidikan yang katanya 20% dari APBN. Tapi masih banyak sekolah-sekolah negeri yang rusak atau bahkan ambruk gara-gara ga pernah renovasi, eh gedung DPR malah bakal dibikin yang baru dengan segala kemeewahannya (apeesss banget buat sekolah-sekolah yang pada ambruk, ngga dapet perhatian).


Pidato (Curhatan?) Presiden

Awal kekisruhan (kesannya udah chaos gitu) semua ini terjadi ketika sang presiden kita sedang pidato memberikan pengarahan pada Rapat Pimpinan TNI dan Polri di Gedung Balai Samudra Indonesia, Jakarta, Jumat (21/1/2011). Di situ presiden SBY sedikit menyampaikan uneg-unegnya seputar gajinya yang belum naik sejak 7 tahun menjabat. Kalau diliat dari intonasinya, mungkin SBY ngga bermaksud minta dinaikkan gajinya (implisit mungkin, hehe!). Namun karena mungkin kondisi masyarakat Indonesia yang secara ekonomi belum sejahtera dan merata, akhirnya penggalan pidato tersebut dikonotasikan sebagai sebuah curahan hati alias curhat (yeaaah!).

Eh iya, ada slentingan dari pengamat politik LIPI, Ikrar Nusa Bakti, saya comot dari Kompas.com, katanya, “Kalau dia tahu gajinya tidak akan naik, mengapa nyalon lagi," ujar Ikrar saat ditemui seusai diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (22/1/2011). Bang Ikrar lucu juga yaa.. Hehe! Mendingan nyalon sambil creambath aja ya, bang! Hehe!


Koin Untuk Presiden

Gara-gara keluhannya yang diselipkan dalam pidatonya itu, kini beberapa elemen masyarakat di beberapa daerah di Indonesia merasa tergugah (siaap graaakk!) untuk membantu Presiden dengan menggelar beberapa aksi mengumpulkan koin untuk disumbangkan kepada Presiden SBY yang merasa gajinya belum naik-naik. Rupanya aksi ini terinfluens oleh aksi serupa beberapa waktu lalu bertajuk “Koin Cinta Bilqis” (masih inget kan?) yang ditujukan untuk membantu pengobatan si kecil Bilqis, bayi yang terkena penyakit kronis Atresia Bilier.

Entah koin-koin yang terkumpul tersebut nantinya bakal diberikan beneran ke Presiden apa ngga, yang jelas aksi-aksi ini seharusnya membuat Presiden dan pejabat-pejabat tersebut malu dan lebih berempati terhadap rakyat. Orang masyarakat kita aja ngga ngeluh dengan gaji yang pas-pasan kok.. Coba deh bikin masyarakat Indonesia lebih sejahtera dulu, baru naikin gaji Presiden dan pejabat lainnya, pasti ngga nimbulin gejolak kaya sekarang ini. OK, Bapak-bapak dan ibu-ibu di sanaa... Hehe!
(Loncatpagar)

    

Loncatpagar, Januari 2011
       

Posting Komentar

  © Blogger template Shush by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP