Badai Politik di Mesir


Suasana demonstrasi di Mesir menuntut mundurnya Presiden Hosni Mubarak

Setelah sekitar 30 tahun berkuasa, akhirnya Presiden Hosni Mubarak digoyang juga (goyang mang!). Ngga tanggung-tanggung, ratusan ribu (ato malah jutaan?) rakyat turun ke jalan-jalan utama di hampir seluruh Mesir untuk menuntut revolusi, yang artinya mereka menuntut perubahan menyeluruh pemerintahan di Mesir sampe ke akar-akarnya, cabut mentok!! Hehe! Namun tentunya sang Presiden yang berkuasa bakalan bertahan abis-abisan.

Awalnya Presiden Hosni Mubarak ‘mencoba’ menuruti rakyatnya dengan menunjuk kepala intelijen dan orang terpercayanya, Omar Suleiman, sebagai Wakil Presiden, Sabtu (29 Jan 2011). Ini adalah jabatan Mubarak sebelum dia menjadi Presiden, dan ngga pernah lagi diisi selama 30 tahun kekuasaannya. Edan, kalo diliat dari konteks ini, dia sih lebih diktator dari Soeharato. Hehe! Tapi upaya ‘reformasi’ kecil-kecilan itu tentunya ngga dianggap sama sekali oleh rakyat yang berdemo. Mereka menganggap bahwa Omar Suleiman sebelas-duabelas dengan Hosni Mubarak. Mirip lah! Lagipula rakyat menuntut perubahan menyeluruh, yang artinya Presiden pun dituntut mundur dari kursi kekuasaannya.

Aksi demontran yang semakin hari semakin brutal (apalagi sejak jatuhnya korban dari pihak demosntran yang udah mencapai angka ratusan, ck ck ck!). Penjarahan pun terjadi di toko-toko. Ngga naggung-nanggung, katanya mumi pun ikut dijarah! Psycho! Haha! Selain itu ada kelompok bersenjata (belum tau dari pihak kelompok mana) yang menyerang sebuah penjara yang mengakibatkan ribuan napi pada kabur. Kayanya kriminalitas bakal meningkat tuh! Hal ini semakin meresahkan rakyat, baik para demostran maupun warga yang ngga ikutan demo.


Militer Mesir Berbalik Dukung  Rakyat

Ada sebuah kemajuan positif di Mesir, yaitu akhirnya militer mulai berbalik dukung rakyat. Saya comot dari Kompas.com, di situ ditulis bahwa pihak militer dalam sebuah pernyataannya, Senin (31/1/2011), menyebutkan, tuntutan rakyat Mesir "sah". Mereka pun berjanji tidak akan menumpas protes massal anti-pemerintah yang dijadwalkan berlangsung Selasa (1/2/2011). Nah loh, ini pasti bikin Hosni Mubarak kalang kabut. Mirip suasana chaos di Indonesia pas jaman mau ngegulingin Soeharto, bedanya waktu itu militer (AD) ngga dukung rakyat. Huhu, sedih!


Demo Mesir, Rakyat Gaza Menderita

Aksi demo di Mesir beberapa hari ini ternyata membuat rakyat Gaza ketiban apesnya. Kok bisa? Karena Mesir merupakan pemasok utama bahan kebutuhan rakyat Gaza. Dan akibat demosntrasi besar-besaran tersebut membuat penyelundupan bahan bakar dari Mesir ke Gaza menjadi terganggu. Hal ini karena terowongan bawah tanah Mesir yang biasa digunakan dalam distribusi untuk menyelundupkan sebagian besar bahan bakar, kini telah dijaga oleh pasukan patroli perbatasan. Penduduk Gaza pun berbondong-bondong menimbun bahan bakar dari SPBU setempat. Wah, apes benerr..


Amerika dan Israel Siaga

Amerika lagi rada puyeng karena berada di titik yang mesti memilih antara mendukung perjuangan demokrasi demonstran, atau membela sekutu kuncinya selama 30 tahun. Obama beberapa waktu lalu mendesak Mubarak segera melakukan reformasi politik dan ekonomi serta menghentikan kekerasan terhadap demonstran. Tapi tentunya kekhawatiran tetap ada. Karena pihak demonstran sebenarnya terdiri dari banyak sekali kelompok politik yang berbeda-beda, bahkan mungkin sebenarnya ‘berlawanan’ juga (secara ideologi) satu sama lainnya. Yang membuat mereka bersatu tentunya (at least saat ini, hehe!) karena pengen menyudahi kekuasaan diktator.

Israel pun mulai menyiapkan ancang-ancang untuk bermanuver (ciaaat!!). Negara tersebut mengajak sekutu-sekutunya untuk mendukung pemerintahan Hosni Mubarak. Karena yang ditakutin ntarnya setelah Mubarak turun, penggantinya adalah kelompok dari Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood) yang merupakan kelompok anti-Israel.

Mencomot again dari Kompas.com, ditulis di situ bahwa Lembaga pengamat intelijen Stratfor Global Intelligence mengeluarkan Tanda Bahaya Merah, Sabtu (29/1/2011), untuk mengingatkan saat ini banyak anggota Hamas (salah satu cabang Ikhwanul Muslimin) masuk ke Mesir dari Gaza untuk memperkuat demonstrasi anti-Mubarak.

Menlu Inggris, William Hague, malah terang-terangan ngomong bahwa siapapun yang akan memerintah Mesir  nantinya yang nentuin adalah rakyat mesir sendiri,. namun ia juga menegaskan ngga menghendaki pemerintahan Mesir berbasis pada Muslim Brotherhood. Mungkin takut pada bom-boman. Hehe!

Kemungkinan Mesir dikuasai rezim anti-Barat juga membuka risiko lebih mengerikan, yakni ditutupnya Terusan Suez, urat nadi perekonomian dunia yang menghubungkan Eropa-Asia. Kalo ini yang terjadi bakal ngeri..


Masa Depan Mesir

Kalau semisal Presiden Hosni Mubarak nantinya turun beneran, tentunya masalah Mesir belum selesai.. Bahkan itu merupakan titik awal untuk berpijak akan dibawa ke mana (hubungan kita.. malah lagunya Armada, hehe!) arah pemerintahan Mesir. Maksudnya, bahwa sekarang kesannya rakyat Mesir bersatu memang ngga bisa dinafikan, namun setelah nantinya Mubarak turun pasti akan muncul banyak sekali masalah baru. Hal ini karena sebenarnya para demonstran (termasuk kekuatan oposisi) berasal dari kekuatan dengan karakter yang berbeda-beda dan berideologi beda, mulai dari yang militan, moderat, liberal, sampe yang kiri. Bukan dimungkinkan pula ke depannya Mesir bisa jadi sedamai era Mubarak, seperti Indonesia. Hehe! Semoga ngga lah.. 
(Loncatpagar)

Loncatpagar, Februari 2011  

 

Via-91  – (2 Februari 2011 08.32)  

Bukan hanya Amerika doang yang puyeng mas, saya juga ikut puyeng nih... Hehe...
Okelah, mudah2an si husni itu cepet2 turun menuhin apa yang rakyatnya inginkan..

LONCATPAGAR  – (2 Februari 2011 19.15)  

@Via-91: Hehe! Gausah ikutan puyeng, ntar kebanyakan orang puyeng loh... :)
Hosni kayanya keukeuh.. Malah jadi bentrok horizontal dgn massa pro-Hosni (walopun kayanya sih ada kongkalikong sama aparat sono, hehe!)

Wevi Elisa  – (3 Februari 2011 18.46)  

Haiah... Kongkalingkong... Hehe...
Oia mas, kalo bisa sih blognya di kasih buku tamu dong... seperti CBOX gitu mas..

LONCATPAGAR  – (3 Februari 2011 19.06)  

:) Masi untung kongkalikong, bukan kingkong. Hehe!
Masukan bagus, Elisa. On progress! :)

Posting Komentar

  © Blogger template Shush by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP